Trik Renovasi Rumah Hemat Biaya (Bag 2)


Share on Facebook8Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on Tumblr0
Berbagi info itu indah...

Trik-renovasi-rumah
Dalam merenovasi rumah, lokasi rupanya turut memengaruhi besaran biaya yang dibutuhkan.
Hal ini dilatarbelakangi oleh ongkos jasa tenaga, akomodasi pekerja/ tukang, dan harga bahan bangunan yang bervariatif di tiap wilayah.

Biaya renovasi rumah di Jakarta sudah pasti berbeda dengan daerah yang sulit pengadaan materialnya, seperti di Raja Ampat.

Di kepulauan ini, material bahan bangunan cenderung sukar didapat karena aksesnya yang kurang memadai.

Bila di Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia pekerja bangunan lebih mudah ditemui, berbeda halnya dengan daerah pedalaman.

Jika ada, ongkos akomodasi biasanya dipatok cukup tinggi sehingga akan menelan biaya besar untuk renovasi rumah Anda.

Melanjutkan bahasan seputar Trik Renovasi Rumah Hemat Biaya (Bag 1), Arsitek Arades Living, Astrid Hapsari Raharjo, berbagi sebelas cara jitu yang patut ditiru.

Pastikan Urutan Renovasi
Buat anggaran tertulis serta diskusikan semua tahap pekerjaan bersama mandor dan arsitek.

Pastikan urutan dan detail renovasi tidak ada yang terlewat, misalnya jangan lupa apakah harga pekerjaan bongkaran mencakup biaya perapihan seperti plester, acian dan mengecat dinding.

Beli Barang Jadi
Langkah selanjutnya yang bisa diterapkan untuk menghemat ongkos renovasi adalah pilih material finishing yang ada di pasaran dan hindari material yang harus dibuat secara customized.

Bahan bangunan yang dirancang sesuai keinginan pembeli (custom) dapat memakan biaya lebih besar dibanding yang sudah dijual di toko.

Hindari Cat Oplosan
Selain itu, hal lain yang sering menggoda orang ketika hendak melakukan renovasi adalah cat. Hindari pembelian cat warna oplosan karena umumnya harga yang dipatok lebih mahal daripada cat yang warnanya tersedia di katalog.

Namun jika tetap menginginkan cat oplosan, pastikan harganya setara dengan cat biasa. Astrid juga menyarankan, takaran cat oplosan yang dipesan harus lebih banyak sekitar 5%-10% dari jumlah kebutuhan.

“Jadi apabila saat proses pengerjaan ternyata catnya kurang, si tukang bisa langsung menggunakan kelebihan tersebut,” ia menjelaskan.

“Selain menghemat waktu karena tak perlu balik lagi ke toko penjual, pemilik rumah juga tidak harus berhadapan dengan kemungkinan adanya kenaikan harga saat melakukan oplosan tahap kedua,” ungkap Astrid.

Dan yang perlu diingat, ketika satu warna cat dioplos dua kali biasanya hasilnya tidak akan serupa meski menggunakan formula yang sama.

Cari Timing yang Pas
Bila memungkinkan, pilih waktu yang tepat untuk renovasi berkaitan dengan cuaca. Musim hujan sudah tentu bisa memperlambat proses perbaikan rumah karena selain cuaca tidak bersahabat, pengiriman bahan bangunan pun akan terhambat.

Tak hanya itu, kelembapan tinggi (100%) juga mampu mempersulit proses pengeringan.

Minim Dekorasi
Aplikasikan desain yang simpel dan minim elemen dekoratif. Hal ini bertujuan untuk menghemat pembelian jumlah material.

Plafon Rendah
Terakhir, jangan memaksakan ukuran plafon yang terlalu tinggi, karena sudah tentu harus didukung dengan struktur dan dinding yang sesuai untuk membantu pemasangan rangkanya.

Semakin tinggi plafon, maka dinding dan struktur juga akan semakin tinggi sehingga biaya renovasi rumah akan membengkak, mengingat hal ini berkaitan dengan material, ongkos tukang, dan lama pengerjaan.






Share on Facebook8Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on Tumblr0
Berbagi info itu indah...

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *