Tahap Mudah Mengurus Sertifikat Tanah Hilang


Share on Facebook8Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on Tumblr0
Berbagi info itu indah...

Cara-Mengurus-Sertifikat-Tanah
Panik dan cemas adalah kondisi alami yang menimpa setiap orang ketika mengetahui sertifikat tanah mereka hilang, rusak atau terbakar. Apa Anda juga pernah mengalaminya?

Sudah dicari ke berbagai ruang dalam rumah termasuk menelusuri tiap lemari, namun sertifikat tidak juga ditemukan. Spekulasi yang biasanya timbul adalah sertifikat tersebut dicuri oleh orang tak dikenal. Eits, jangan berpikiran negatif dulu!

Daripada menambah beban pikiran Anda, sebaiknya simak ulasan Rumah.com berikut tentang prosedur mengganti sertifikat tanah yang hilang.

Seperti tertera di laman hukumonline.com, dalam Pasal 57 Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dikatakan bahwa atas permohonan pemegang hak atas tanah, dapat diterbitkan sertifikat baru sebagai pengganti sertifikat yang hilang.

Permohonan sertifikat pengganti ini hanya dapat diajukan oleh pihak yang namanya tercantum sebagai pemegang hak dalam buku tanah yang bersangkutan, atau pihak lain yang merupakan penerima hak berdasarkan akta PPAT.

Bagaimana jika sudah wafat?

Dalam hal pemegang hak atas tanah sudah meninggal dunia, permohonan sertifikat pengganti dapat diajukan oleh ahli warisnya dengan menyerahkan surat tanda bukti sebagai ahli waris (Pasal 57 ayat (3) PP 24/1997).

Surat tanda bukti sebagai ahli waris dapat berupa Akta Keterangan Hak Mewaris, atau Surat Penetapan Ahli Waris atau Surat Keterangan Ahli Waris (Penjelasan Pasal 42 ayat (1) PP 24/1997). Selain itu, perlu diperhatikan juga beberapa hal di bawah ini, seperti tercantum dalam Pasal 59 PP 24/1997:

Permohonan penggantian sertifikat yang hilang harus disertai pernyataan di bawah sumpah dari yang bersangkutan, di hadapan Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk mengenai hilangnya sertifikat hak yang bersangkutan;
Sebelum dilakukan penerbitan sertifikat pengganti, dilakukan pengumuman 1 (satu) kali dalam salah satu surat kabar harian setempat atas biaya pemohon;
Pihak lain dapat mengajukan keberatan atas penerbitan sertifikat pengganti dalam jangka waktu 30 hari dihitung sejak hari pengumuman.

Syarat dan jangka waktu pengurusan
prosedur-sertifikat-tanah-hilang

Badan Pertanahan Nasional dalam lamannya http://site.bpn.go.id/, menjabarkan syarat dan jangka waktu proses permohonan sertifikat pengganti sebagai berikut:

Persyaratan

Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup
Surat Kuasa apabila dikuasakan
Fotocopy identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
Fotocopy Akta Pendirian dan Pengesahan Badan Hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
Fotocopy sertifikat (jika ada)
Surat Pernyataan dibawah sumpah oleh pemegang hak/yang menghilangkan
Surat tanda lapor kehilangan dari Kepolisian setempat
Waktu

40 (empat puluh) hari

Formulir permohonan memuat:

Identitas diri
Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon
Pernyataan tanah tidak sengketa dan tanpa perubahan fisik
Pernyataan tanah dikuasai secara fisik
Pengumuman di surat kabar
Biaya

Biaya pendaftaran untuk layanan ini adalah Rp50.000, dan tidak tercantum simulasi biaya untuk mengurus penggantian sertifikat ini.






Share on Facebook8Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on Tumblr0
Berbagi info itu indah...

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *